
Berita

Imam Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, malam ini dalam sebuah pesan televisi menilai pentingnya pawai Hari Quds tahun ini lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya dan menekankan: "Insya Allah, pawai tahun ini akan menjadi salah satu pawai Hari Quds terbaik, paling megah, dan paling bermartabat."

Tugas Masyarakat dan Tiga Cabang Kekuasaan Untuk Mewujudkan Slogan Tahun Ini
Pada hari pertama tahun baru (Kamis, 20/3), dalam pertemuan dengan ribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat, Pemimpin Revolusi Islam menekankan bahwa tradisi masyarakat Iran dalam menyambut tahun baru dengan doa, tawassul, dan berkumpul di tempat-tempat suci mencerminkan pandangan spiritual mereka terhadap Nowruz.

Tahun 1404, Tahun "Investasi untuk Produksi"
Pemimpin Revolusi Islam dalam sebuah pesan (Kamis, 20/3) menyambut awal tahun 1404 Hijriah Syamsiah menamai tahun baru ini sebagai "Investasi untuk Produksi.”
Ayatullah Khamenei, dengan mengacu pada bertepatan waktunya awal tahun baru dengan malam-malam Qadar dan hari-hari syahadah Amirul Mukminin, Imam Ali as, berharap keberkahan malam-malam Qadar dan perhatian dari pemimpin orang-orang bertakwa akan tercurah kepada rakyat Iran yang terhormat serta semua orang yang memulai tahun barunya dengan Nowruz.

Penyair Muda: Harapan Masa Depan Sastra
Pada malam kelahiran penuh berkah Karim Ahlulbait (Sabtu, 15/3), Imam Hasan Mujtaba as, sekelompok penyair muda dan senior bertemu dengan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Khamenei.
Dalam pertemuan ini, Ayatullah Khamenei mengungkapkan kegembiraannya atas perkembangan puisi yang berkomitmen dan revolusioner. Ia menilai bahwa puisi-puisi yang dibacakan dalam pertemuan ini umumnya bagus dan berkualitas. Ia juga menambahkan bahwa gelombang berkembangnya puisi, khususnya di kalangan anak muda, sangat menjanjikan. Laporan tentang aktivitas sastra para penyair di tahun 1403 H.S (2024 M) menunjukkan bahwa penyair-penyair berkomitmen dan revolusioner telah menjalani ujian dengan baik di tahun ini.

Negoisasi dengan AS Tidak Membuka Akan Simpul Embargo Justru Memperumit
Sore ini (Rabu 12/3), Pemimpin Revolusi Islam dalam pertemuan dengan ribuan mahasiswa dari seluruh negeri serta para aktivis organisasi politik, sosial, budaya, dan kelompok jihad mahasiswa, menyampaikan rekomendasi penting terkait evaluasi isu-isu dan penguatan identitas mahasiswa. Imam Ali Khamenei juga menjelaskan dua pengalaman berbeda yang dialami pemuda Iran dalam menghadapi Barat, dengan mengatakan: Pengalaman pertama berujung pada keterpurukan, sedangkan pengalaman kedua – yang kini menjadi arah pergerakan mahasiswa – berfokus pada pemahaman realitas Barat, semangat kemerdekaan, dan menjaga jarak dari problematika peradaban Barat.

Prioritas Utama Negara: Kesejahteraan Rakyat
Pemimpin Revolusi Islam, sore ini (Sabut, 8/3) dalam pertemuan dengan para kepala tiga kekuasaan (Presiden, Ketua DPR dan Ketua MA) serta sejumlah besar pejabat dan aparat di berbagai tingkatan pemerintahan, menyampaikan nasihat Ramadhan tentang bahaya melupakan diri sendiri, baik secara individu maupun sosial, serta dampak buruknya. Ia menekankan pentingnya memperbaiki kondisi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Gerakan Penanaman Pohon: Warisan Hijau untuk Masa Depan
Pemimpin Revolusi Islam, pagi ini (Rabu, 5/3) bertepatan dengan Hari Penanaman Pohon, menanam tiga bibit pohon.
Setelah menanam pohon-pohon tersebut, Ayatullah Agung Khamenei menyebut bahwa menanam pohon adalah tindakan yang bermanfaat, menunjukkan visi masa depan, dan menghasilkan kekayaan. Ia menekankan pentingnya memperhatikan serius Gerakan Nasional Penanaman Pohon yang dimulai tahun lalu oleh pemerintahan Syahid Raisi. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanaman pohon sebagai amal saleh dan perbuatan baik, sehingga dengan bertambahnya jumlah pohon, lingkungan hidup menjadi lebih segar dan menyenangkan.

Keajaiban Tilawah: Alquran Hidup dalam Hati dan Perbuatan
Pada hari pertama bulan suci Ramadan, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, sore ini (Minggu 2/3) dalam "Majelis Kedekatan dengan Alquran dan di tengah para guru, qari unggulan, serta qari internasional," menekankan pentingnya ajaran penyembuh Alquran bagi kebutuhan individu, sosial, dan nasional. Imam Ali Khamenei menegaskan bahwa masyarakat Qur'ani harus bertindak sedemikian rupa sehingga mata air spiritual kitab Allah mengalir dalam hati, pemikiran, serta perilaku dan tindakan seluruh masyarakat.

Perlawanan terhadap Kezaliman dan Perampasan Tidak Akan Pernah Padam
Ayatullah Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, dalam sebuah pesan yang disampaikan bertepatan dengan upacara pemakaman dan penguburan Mujahid Besar, Syahid Sayyid Hasan Nasrallah, dan Sayyid Hasyim Shafiyuddin, memberikan penghormatan kepada dua syuhada besar perlawanan ini. Imam Ali Khamenei menegaskan bahwa musuh harus menyadari bahwa perlawanan terhadap perampasan, kezaliman, dan kesombongan tidak akan pernah berakhir dan akan terus berlanjut hingga mencapai tujuan akhir.

Satu-satunya Solusi atas Pelbagai Persoalan, Setia Pada Prinsip-prinsip Revolusi
Pernyataan Pemimpin Revolusi Islam dalam pertemuan dengan Menteri, Wakil Menteri, dan Pejabat Kementerian Intelijen yang diadakan pada 1 Isfand 1403 (20 Februari 2025) dipublikasikan hari ini dalam acara peringatan "Pahlawan Komunitas Intelijen dan Peringatan 40 Tahun Berdirinya Kementerian Intelijen."
Dalam pertemuan ini, Imam Ali Khamenei menyoroti bahwa semangat revolusioner yang terus dipertahankan oleh Kementerian Intelijen selama bertahun-tahun merupakan salah satu keunggulan utamanya. Ia menyatakan bahwa kementerian ini adalah lembaga yang benar-benar revolusioner dan setia pada prinsip-prinsip revolusi. Baik anggota senior maupun generasi baru dalam kementerian ini tetap berkomitmen pada jalan revolusi, yang merupakan sebuah berkah besar.

Iran Berkomitmen Perluas Hubungan dengan Tetangga
Hari ini (Rabu, 19/2), Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, bertemu dengan Emir Qatar, Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani, dan delegasi yang menyertainya. Dalam pertemuan ini, Imam Khamenei menegaskan bahwa memperluas hubungan dengan negara-negara tetangga adalah kebijakan pasti Republik Islam Iran.
Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian juga berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga. Ia menambahkan bahwa, dengan pertolongan Tuhan, langkah-langkah positif telah diambil dalam hal ini, dan Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi, menunjukkan peran aktif serta dinamis dalam menjalankan kebijakan ini.

Rencana AS untuk Gaza Gagal Total
Sore ini (Selasa, 18/2), Ziyad al-Nakhalah, Sekretaris Jenderal Jihad Islam Palestina, bersama delegasi pendampingnya bertemu dengan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Khamenei.
Dalam pertemuan ini, Ayatullah Khamenei mengucapkan selamat atas kemenangan perlawanan di Gaza dan menegaskan bahwa persatuan, keteguhan, serta keberhasilan dalam menjalankan negosiasi yang kompleks oleh para pemimpin dan pejuang perlawanan, serta kesabaran dan ketahanan rakyat Palestina, telah membuat perlawanan semakin terhormat di kawasan.

Misi Khusus untuk Pegiat Media, Pendidikan dan Aktivis Digital
Pagi hari ini (Senin, 17/2), bertepatan dengan peringatan kebangkitan besar rakyat Tabriz pada 29 Bahman 1356 (19 Februari 1978), Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam dalam pertemuan dengan ribuan warga kota tersebut menyebutkan bahwa "iman, kehormatan agama, kepeloporan, dan pembentukan teladan" adalah karakteristik yang terus-menerus dimiliki oleh masyarakat Azerbaijan dan Tabriz. Ia mengatakan bahwa meskipun rakyat menghadapi berbagai masalah dan memiliki harapan yang sah, dalam pawai besar 22 Bahman mereka menunjukkan bahwa upaya musuh dalam perang lunak untuk mengubah opini publik, menimbulkan perpecahan, dan menanamkan keraguan masih belum berhasil. Oleh karena itu, semua media, pemikir, penulis, seniman, ilmuwan, pendidik, serta para pemuda yang aktif di dunia maya harus mengerahkan seluruh kemampuan mereka agar pertahanan lunak bangsa terhadap rencana-rencana kompleks musuh tetap berlanjut.

Pawai 22 Bahman: Simbol Persatuan Melawan Ancaman
Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pada pagi ini (Rabu, 12/2), dalam pertemuan dengan para ilmuwan, pejabat, dan pakar industri pertahanan, menekankan pentingnya kelanjutan kemajuan pertahanan secara inovatif. Ia menyebut pawai 22 Bahman (10/2) tahun ini sebagai kebangkitan rakyat dan gerakan nasional besar di tengah gempuran media musuh. Dengan memberikan penghormatan serta ucapan terima kasih yang tulus kepada rakyat, Imam Ali Khamenei mengatakan: "Bangsa ini meneriakkan persatuannya dan menunjukkan identitas, karakter, kekuatan, serta ketahanannya di hadapan ancaman berulang dari musuh."

Pengalaman JCPOA: Negosiasi Dengan Amerika Tidak Menyelesaikan Masalah Apa Pun
Pemimpin Tertinggi Angkatan Bersenjata pada pagi ini (Sabtu, 8/2), dalam peringatan hari bersejarah baiat para teknisi Angkatan Udara dan personel militer dengan Imam Khomeini pada 19 Bahman 1357 (8 Februari 1979), bertemu dengan sekelompok komandan dan personel Angkatan Udara serta pertahanan udara Republik Islam Iran.

Kemenangan Rakyat Gaza, Kemenangan atas Amerika
Pemimpin dan anggota Dewan Kepemimpinan Hamas pada pagi ini bertemu dengan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Khamenei. Di awal pertemuan, Muhammad Ismail Darwish, Ketua Dewan Kepemimpinan Hamas, mengucapkan selamat atas kemenangan besar perlawanan di Gaza dan menyampaikan kepada Pemimpin Revolusi Islam:
"Kami menganggap bertepatannya kemenangan perlawanan Gaza dengan peringatan kemenangan Revolusi Islam sebagai pertanda baik, dan kami berharap keselarasan ini menjadi awal bagi pembebasan al-Quds dan Masjid al-Aqsa."

Kunci Sukses: Tawakal dan Aksi Nyata
Pagi ini, dalam pertemuan dengan para akademisi, qari, hafiz terbaik yang berpartisipasi dalam MTQ Internasional ke-41, serta berbagai lapisan masyarakat, Pemimpin Revolusi Islam menyebut Alquran sebagai mukjizat abadi Nabi Muhammad saw dan menekankan bahwa tawakal sejati kepada Allah mampu mewujudkan segala hal, bahkan yang dianggap mustahil sekali pun.
Dalam kesempatan ini, Imam Ali Khamenei mengucapkan selamat atas kelahiran Abu Abdillah al-Husain as dan menyebut keberlanjutan mukjizat Alquran dan kenabian sebagai berkah besar bagi manusia dan seluruh alam semesta. Ayatullah Khamenei menekankan bahwa setiap kali seseorang membaca dan merenungkan Alquran, ia harus menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan mukjizat Rasulullah yang terakhir.

Pemimpin Revolusi Berziarah ke Makam Pendiri Republik Islam Iran
Imam Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, pada pagi hari ini (Jumat, 31/1), menjelang peringatan Sepuluh Hari Berkah Fajr (11-22 Bahman-31 Jan-11 Feb), mengunjungi makam Imam Khomeini (rahimahullah). Ia membaca Al-Fatihah dan memberikan penghormatan kepada pendiri Republik Islam Iran.

Manifestasi Bi’tsat: Rezim Zionis Bertekuk Lutut di Gaza dan Lebanon
Pada hari peringatan peristiwa Bi’tsah Nabi Islam, Rasulullah Muhammad Mustafa saw, pagi ini (Selasa, 28/1) para pimpinan eksekutif, yudikatif dan legislatif serta sejumlah pejabat negara, duta besar negara-negara Islam, dan berbagai elemen masyarakat mengadakan pertemuan dengan Imam Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam.
Dalam pertemuan ini, Pemimpin Revolusi menjelaskan bahwa Bi’tsah (Pengutusan Resmi) adalah suatu gerakan yang terus-menerus dan abadi, dengan pelajaran terpenting yang dapat dipetik oleh umat manusia, khususnya umat Islam, adalah penggunaan akal dan iman untuk menciptakan transformasi pemikiran dan pemahaman. Imam Khamenei menekankan bahwa pada era saat ini, gerakan perlawanan yang dimulai dengan kemenangan Revolusi Islam adalah wujud dari Bi’tsah yang, dengan menggunakan akal dan iman, berhasil membangkitkan umat Muslim dan bahkan non-Muslim. Bertekuk lututnya rezim Zionis di hadapan Gaza dan Lebanon adalah hasil dari perlawanan tersebut.
