Situs Media Informasi Kantor Imam Ali Khamenei

Pemimpin Revolusi Islam dalam Pertemuan dengan Anggota Dewan Ahli

​​​​​​​Rakyat Mendukung Penuh Negara Republik Islam Iran

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pagi ini (Kamis, 23/2) dalam pertemuan dengan anggota Dewan Ahli, menyebut bahwa dewan yang tinggi dan sangat penting ini merupakan simbol perpaduan antara "Republik" (jumhuriyah) dan "Islamiyah", dan sembari menyinggung kehadiran rakyat yang tak tergantikan, vital dan berkesinambungan dalam berbagai momen, beliau berkata, “Dukungan dan pondasi masyarakat yang kuat terhadap negara adalah kekayaan nasional dimana Allah telah menyempurnakan hujjah dan argumen atas para ulama dan seluruh pejabat. Dan kita semua harus berusaha tanpa lelah untuk mempertahankan dan meningkatkan modal dan kekayaan yang sangat besar ini.”

Sembari mengucapkan selamat atas datangnya bulan suci Sya'ban dan hari besar yang menggembirakan, beliau menganggap Dewan Ahli sebagai simbol sesungguhnya dari demokrasi agama, lalu beliau menambahkan, “Dewan ini dipilih oleh rakyat berdasarkan kesadaran demokrasi yang benar-benar sehat, selain itu dewan ini juga terdiri dari para ulama agama yang menunjukkan esensi agama dalam negara Republik Islam Iran.”

Pemimpin Revolusi menyatakan bahwa posisi, kepentingan dan kepekaan yang dimiliki oleh Dewan Ahli ini lebih tinggi dari setiap markas dan setiap majemuk apapun yang ada di dalam lembaga negara, kemudian berkata, “Dewan ini selain menentukan kepemimpinan; penjagaan dan perhatiannya juga menjamin keberadaan dan kelangsungan kondisi kepemimpinan, dan tentunya posisi yang sedemikian penting ini telah menjadikan para anggota dewan mengemban kewajiban dan tugas yang berat dan tidak ada satupun kelalaian dalam melakukan tugas ini yang akan diterima di hadirat Ilahi.”

Imam Ali Khamenei menganggap upaya para ahli dalam menangani berbagai masalah negara menuntut kepemimpinan dan penentuan masalah secara tepat, dan pada saat yang sama beliau berkata, “Yang terpenting dari semua masalah adalah memberikan perhatian serius pada tugas internal dan eksternal anggota Dewan Ahli.”

Beliau menyebut keberlangsungan kegiatan Badan Pemeriksa Dewan Khubregon dalam menangani dan mempertahankan “kondisi kepemimpinan dan menjalankan tugas-tugas yang diatur dalam konstitusi dan tugas-tugas definitif kepemimpinan lainnya” adalah sangat penting, dan menambahkan, “Tugas terpenting kepemimpinan adalah memantau dan menjaga gerak keseluruhan dan gerak bagian-bagian penting dari negara untuk tetap searah dengan revolusi supaya tidak ada penyimpangan dari jalan utama dan supaya Revolusi Islam tidak mengalami penyimpangan seperti revolusi-revolusi lainnya.”

Pemimpin Revolusi juga menganggap bahwa penjelasan yang logis, beralasan dan berkesinambungan tentang kedudukan Dewan Khubregon untuk umum, khususnya bagi generasi muda merupakan kewajiban lain yang menjadi tanggungjawab para anggota dewan ini, kemudian beliau menambahkan, “Penjelasan yang benar tentang kedudukan yang urgen dan menentukan dari Dewan Khubregon akan menambah semangat masyarakat untuk mendatangi tempat-tempat pemungutan suara dalam pemilihan dewan ini; tentu saja anggota parlemen ini juga memiliki martabat ulama yang membebankan tugas berat lainnya di pundak mereka.”

Pemimpin Revolusi menyebut bahwa permusuhan terhadap Dewan Khubregon identik dengan memusuhi prinsip Republik Islam, dan mengatakan, “Sebagian permusuhan dengan Republik Islam terkait dengan masalah politik dan reaksi dalam masalah seperti Palestina, akan tetapi sebagian lainnya merupakan permusuhan terhadap inti dari negara, hal ini karena negara ini menentang orang-orang yang percaya pada versi barat yang menolak apapun campur tangan agama dalam masalah sosial, atau terhadap para pemimpin demokrasi liberal yang berada di belakang bendera palsu kebebasan dan demokrasi namun memiliki rencana untuk mendominasi dan menjarah sumber daya dunia, dan negara menggagalkan rencana mereka dengan meletakkan "demokrasi dan kebebasan" di samping “agama”.

Beliau menganggap perlu untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang penyebab utama permusuhan ini, dan menambahkan, “Dengan menjelaskan penyebab utama ini, tidak boleh lagi ada yang mengatakan di ruang virtual atau dunia maya dan selainnya bahwa Republik Islam sendirilah yang menciptakan musuh bagi dirinya, karena esensi demokrasi agama lah yang telah meniadakan rencana para musuh dan antek-anteknya.”

Imam Ali Khamenei menyebut status kedua anggota Dewan Khubregon sebagai "kehormatan ilmiah" dan berkata, “Pondasi dan dukungan masyarakat Republik Islam yang kuat dan hubungan serta ketergantungan rakyat dan negara satu sama lain, dan kekayaan nasional, merupakan sebuah kebenaran yang unik dan tidak bisa disembunyikan atau setidaknya merupakan hal yang langka di dunia, dimana manifestasinya terlihat pada saat kasus Corona dimana masyarakat hadir dengan bantuan-bantuannya yang begitu ikhlas dan juga kehadiran dan upaya masyarakat dalam membantu dan meringankan beban para korban bencana alam, sungguh sangat menakjubkan.”

Beliau juga menyebut pawai pada 22 Bahman tahun ini sebagai manifestasi lain dari dukungan kuat masyarakat terhadap negara, dan menambahkan, “Di mana lagi bisa ditemukan di dunia ada pertemuan akbar seperti ini, di mana masyarakat dengan jumlah dan keragaman populasi dan selera, dari anak-anak, para remaja belia hingga para lansia yang telah bungkuk, selama empat puluh tahun sekian secara terus-menerus hadir di lapangan bahkan dalam kondisi cuaca yang paling sulit, untuk sebuah tujuan politik? Ini merupakan pondasi dan dukungan masyarakat yang sangat kuat terhadap negara, yang tentu saja kita sudah terbiasa dengan hal ini dan mungkin kita tidak memahami kehebatannya dengan baik.”

Pemimpin Revolusi menambahkan, “Kehadiran rakyat telah menyempurnakan hujjah Ilahi atas kita para pejabat dan ulama, dan tidak cukup bagi kita hanya berbangga dengan kekayaan nasional ini, tetapi kita harus terus memelihara dan meningkatkan kekayaan ini dan menunaikan kewajiban kita dalam masalah ini."

Beliau mengatakan bahwa karena peran agama dan ulamalah sehingga terbentuk gerakan nasional dan revolusioner yang penting dan tak tergantikan seperti ini, kemudian beliau mengatakan, “Dalam Revolusi Islam, Imam Khomeini juga berperan sebagai ulama agama sekaligus marja’ taklid yang berperan sangat efektif dimana dengan mengandalkan warisan seribu tahun para ulama dan kepercayaan yang terbentuk di masyarakat, beliau mampu menggerakkan bangsa, dari Teheran hingga desa-desa dan kota-kota yang terpencil dengan satu slogan, dimana hal seperti ini tidak pernah terjadi dari partai maupun tokoh politik lain mana pun.”

Imam Ali Khamenei menganggap bahwa kekayaan agung dan kehadiran masyarakat yang mampu menyingkirkan ancaman ini merupakan pondasi yang sangat penting bagi negara, beliau juga mengatakan, “Para ulama terlepas apakah mereka memiliki tanggung jawab dalam pemerintahan ataupun tidak, memiliki tugas berat untuk melindungi kekayaan yang sangat besar ini, dimana yang paling penting dari itu adalah jihad pencerahan, selain itu tentu saja "takwa, jujur, bersih, menjauhi hal-hal yang meragukan, motivasi Ilahi dan menyeru dengan tindakan bukan hanya dengan kata-kata" akan membuat masyarakat semakin tersemangati dan tenang.”

Beliau menyarankan kepada para ulama untuk menjalin komunikasi dengan para pemuda, mahasiswa dan menghadiri pusat-pusat kemahasiswaan, kemudian menambahkan, “Bukalah dialog dengan kaum muda dan buka simpul pemikiran mereka dengan kata-kata baru, penjelasan baru dan logika baru, tentunya terkait dengan keraguan-keraguan yang kita tidak mengetahui jawabannya, kita harus mengatakan tidak tahu, atau akan memeriksanya.”

Pemimpin Revolusi menyebut pembentukan lingkaran intelektual yang terdiri dari para ulama muda dan para intelektual muda di berbagai kota dengan parameter pada ulama besar dan anggota Dewan Khubregon sebagai langkah lain untuk menjalin komunikasi yang efektif dengan para pemuda; beliau menambahkan, “Kita tidak perlu merasa tersinggung atau terbebani dengan keraguan-keraguan, sebagaimana almarhum Syahid Muthahhari, justru beliau sendiri yang membuat keraguan kemudian mencari jawabannya, kita harus selalu siap untuk berhadapan dengan keraguan-keraguan yang mungkin muncul dalam masyarakat.”

Imam Ali Khamenei menambahkan, “Keraguan terkait dengan embargo atau sanksi misalnya, bisa menyebabkan kita belajar, berpikir, dan meneliti untuk mencari jawabannya, sebagaimana sanksi dan embargo memaksa kita untuk mencapai prestasi baru dalam berbagai masalah seperti pertahanan, pengobatan, dan kesehatan. Jika bukan karena embargo, sudah pasti kita tidak akan sampai pada kemajuan teknis dan industri seperti ini.”

Beliau menilai pertanyaan-pertanyaan dan keraguan para kaum muda membutuhkan penjelasan yang logis dan persuasif, kemudian berkata, “Waspadalah jangan sampai kita menyampaikan sesuatu yang lemah dan tidak logis, dimana tentu saja tugas dukungan intelektual untuk kelompok muda dan orang-orang yang memiliki ide berada dalam tanggung jawab hauzah Ilmiah Qom dan hauzah-hauzah lainnya.”

Di bagian akhir dari pidatonya, Imam Ali Khamenei menekankan perlunya menciptakan harapan untuk memberikan keputusasaan kepada musuh dan saat menyinggung soal surat dari salah satu kelompok politik di tahun 1369 Hsy kepada salah satu pejabat negara, beliau mengatakan, “Satu tahun setelah Imam Khomeini wafat, kelompok ini dalam sebuah surat terbuka menuliskan dengan keputusasaan yang sempurna bahwa negara dan bangsa telah berada di ambang kehancuran.”

Pemimpin Revolusi Islam menambahkan, “Mereka yang diri dan kepribadiannya berada dalam kehancuran akan melihat segala sesuatu dari sudut pandang ini, akan tetapi di sisi lain, mereka yang hati dan pikirannya penuh dengan harapan, akan melihat setiap masalah dan perkembangannya dengan penuh harap dan mengatakan kepada dirinya, semoga Allah memberikan kesuksesan dan keberhasilan kepada kita semua, dimana dengan pandangan inilah dan dengan dukungan rahmat Ilahi dan kehadiran rakyat, kita bisa menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, tanpa rasa lelah dan malas.”

Di awal pertemuan ini, Hujjatul Islam Wal Muslimin Raisi, Wakil Ketua Dewan Ahli, memberikan laporan tentang tiga sektor kerja dari Rapat Resmi ke-11 Dewan ini.

“Pemilihan anggota Dewan Direksi, Dewan Komisi dan Dewan Pemikir", "Pertemuan terpisah dengan kehadiran komandan Pasukan Quds IRGC tentang perkembangan di kawasan dan Menteri Perekonomian tentang masalah mata pencaharian" serta "Diskusi tentang kekhawatiran budaya dan ekonomi dan analisa kekhawatiran gangguan musim gugur dalam pidato-pidato sebelum perintah 14 anggota parlemen ini" menjadi fokus laporan Raisi. [EZ]

 

700 /