Situs Media Informasi Kantor Imam Ali Khamenei

Rahbar Sebut Haji Penjamin Kelanjutan Islam dan Manifestasi Persatuan Umat Islam

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, dalam pertemuan pada hari Sabtu (22/8/2015) dengan penyelenggara dan penanggung jawab haji dan perjalanan ke tempat suci, mengatakan bahwa Haji merupakan penjamin "kelanjutan Islam" dan manifestasi dari "persatuan dan keagungan "dalam umat Islam.

Menekankan perhatian aspek sosial dan individu kewajiban utama ini, Ayatulah Khamenei mengatakan, berbagi pengalaman pemersatu bangsa Iran di perkumpulan besar haji menjadi faktor solidaritas, empati dan kekuatan lebih besar dari umat Islam.
 
Mengacu karakteristik unik dari haji dibanding kewajiban Islam lainnya, Pemimpin Revolusi Islam mengatakan: "Haji memiliki dua aspek individu dan sosial yang berbeda. Memperhatikan dua aspek tersebut, secara luar biasa akan berkontribusi dalam kebahagiaan duniawi dan akhirat bagi pelaksana haji dan bangsa-bangsa Muslim."

Rahbar mengatakan berziarah ke rumah Allah dan ritual haji memberikan kesempatan unik untuk pemurnian jiwa, kedekatan dengan Allah Swt dan persiapan bekal untuk seumur hidup. Ditujukan kepada para jamaah haji, Rahbar mengatakan: "Hargailah setiap manasik haji serta murnikan dan puaskanlah ruh dan jiwa kalian di sumber nikmat besar ini."

Dalam menjelaskan dimensi sosial haji, Rahbar menyinggung kehadiran secara bersamaan seluruh bangsa dengan semua perbedaan etnis, mazhab, budaya dan penampilan di Mekkah dan Madinah, seraya mengatakan, “Haji adalah manifestasi dan peluang nyata persatuan Islam.”

Mengkritik keras pihak-pihak yang dengan menggunakan berbagai cara termasuk membesar-besarkan pengertian kebangsaan, guna memudarkan hakikat dan pentingnya umat Islam, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menegaskan, “Haji adalah sebuah contoh bermakna dari pembentukan umat Islam dan peluang sangat besar untuk kesatuan lisan dan hati serta sarana untuk solidaritas umat Islam dunia.”

Rahbar menyebut manifestasi keagungan umat Islam dan peluang pertukaran pengalaman sebagai poin penting lain dari dimensi sosial haji dan mengatakan, “Penjelasan dan penyampaian pengalaman bermanfaat bangsa-bangsa dunia, akan memperkokoh umat Islam.”

Dalam hal ini, beliau menyinggung pengalaman efektif dan efisien bangsa Iran dalam mengenal musuh, tidak mempercayai musuh dan tidak keliru dalam [menyikapi] kawan sebagai lawan, seraya menegaskan, “Rakyat kami dengan pemahaman yang mengagumkan, mereka menyadari bahwa imperialisme dunia dan Zionisme, adalah musuh hakiki dan keras kepala bangsa Iran dan umat Islam, dan oleh karena itu di semua perkumpulan besar nasional dan islami, selalu diteriakkan slogan anti-Amerika Serikat dan Zionisme.”

Rahbar menambahkan, dalam 36 tahun terakhir, imperialisme dunia terkadang memusuhi Iran melalui lisan dan perilaku negara-negara lain, akan tetapi bangsa Iran selalu menyadari bahwa negara-negara tersebut telah tertipu dan menjadi alat, dan musuh sejati tetap Amerika Serikat dan Israel.”

Menyinggung pengalaman gagalnya kemunculan sejumlah kelompok Islam di sejumlah negara, Rahbar menandaskan, “Berbeda dengan bangsa Iran, mereka keliru menilai teman dan musuh dan mereka juga merugi.”

Ayatullah Khamenei menilai persatuan sebagai pengalaman lain yang dapat diberikan bangsa Iran kepada bangsa lain di musim haji dan menambahkan, “Rakyat Iran dengan semua perbedaan ideologi, perspektif dan politik” serta dengan perbedaan etnis, tetap menjaga persatuan nasional dan mereka memahami dengan baik nikmat Allah ini bahwa pengalaman berharga ini harus dibagikan kepada bangsa-bangsa Muslim lain.”

Beliau menyebut konflik internal di sejumlah negara dengan alasan mazhab, politik dan bahkan partai, sebagai hasil dari ketidaksyukuran terhadap nikmat persatuan dan mengatakan, “Allah Swt tidak berpihak pada bangsa manapun dan jika sebuah bangsa tidak memahami arti persatuan dan solidaritas, maka Allah Swt akan menguji mereka  dengan momok perpecahan, pertikaian dan pertumpahan darah.

Rahbar kembali mengingatkan makar para kaum zalim dunia terhadap Islam, Iran dan pemerintah Republik Islam dan menegaskan, “Mereka pada hakikatnya tidak anti Syiah atau Iran, melainkan merancang makar anti-propaganda karena mereka mengetahui bahwa al-Quran dan Islam adalah sumber kebangkitan bangsa-bangsa.”

Rahbar Revolusi Islam bersandarkan pada upaya tanpa henti kaum adidaya untuk menyusup dan memukul umat Islam dengan melalui berbagai macam cara, “Dengan dukungan finansial konstan imperialis, puluhan pusat dan think-tank politik di Amerika Serikat, Eropa, Palesitna pendudukan, negara-negara dependen, sedang mengembangkan riset dan studi Islam dan Syiah, sehingga mereka menemukan jalan untuk melawan faktor-faktor pembangkit dan penumbuh kekuatan umat Islam dan melaksanakannya.”

Beliau menambahkan, para kaum adidaya dunia berupaya serius menyulut kekerasan dan perpecahan atas nama Islam, dan mencoreng citra Islam, mengadu bangsa-bangsa dan bahkan menyulut pertikaian dalam sebuah sebuah bangsa, untuk melemahkan umat Islam, di mana transfer pengalaman pemersatu dan pendeteksi musuh oleh bangsa Iran kepada bangsa-bangsa lain pada hari-hari pelaksanaan haji dapat mematahkan propaganda tersebut.

Rahbar Revolusi Islam menegaskan, “Tentunya transfer pengalaman berharga antarbangsa-bangsa pada musim haji, memiliki para penentang namun pada akhirnya jalannya harus ditemukan.”

Di bagian akhir penjelasannya, Rahbar menyinggung pentingnya perhatian secara bersamaan terhadap berbagai dimensi individu dan sosial haji dan mengatakan, “Jangan sampai para hujjaj yang mulia kehilangan kesempatan sangat berharga bernafas di kota harum Rasulullah Saw dan kehadiran peribadatan dan penuh semangat di Mekkah dan Rumah Allah Swt, dengan pekerjaan yang sangat keliru jalan-jalan di pasar dan berbelanja, serta menyimpan penyesalan di hati sepanjang umur mereka karena tidak memanfaatkan secara sempurna kesempatan istimewa dan berbahagia kehadiran di Masjidul Haram dan Masjid Nabi.”

Beliau juga menyinggung upaya pelaksanaan haji sebagai tugas terindah dan paling mulia seraya mengapresiasi kerja keras para pejabat tinggi pengurus haji dan mengatakan, “Kerahkan seluruh daya kalian demi pelaksanaan haji yang ideal.”

700 /